dimulai-,
eksistensi dan pilihan mutlak
pagi-pagi terbias, siang-siang lesu, sore-sore bergerak
lalu malam malam yang terasa lebih singkat
entah mulai kapan dan kapan berakhir
begini,
kata orangtua perempuanku- memang cikalku begitu
rentan, si selaput air mata yang mudah pecah
awalnya kesal bukan main,
tapi kini ku terima, sisi diri ini
lalu makin semakin, rentan
tidak tahu, belum tahu dan terkadang tidak mau tahu
tapi selalu ambil perasaan dengan dalam
selalu simpan dan diam
akan kepada siapa nanti ya?
pastinya diri sendiri,
lagi ;
renjana ;


Dimulai saat pagi sedang lembut, berjalan di bawah bola api, semoga bergerak tanpa sudah.
BalasHapus